Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menerima mahasiswa internasional melalui Program Elektif, salah satu program unggulan FK-KMK UGM yang mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan jejaring akademik global. Program ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan visi FK-KMK UGM sebagai fakultas kedokteran berkelas dunia dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa dari berbagai negara. Program Elektif FK-KMK UGM menawarkan beragam topik pembelajaran yang menjadi keunggulan institusi dan tidak selalu tersedia di negara asal peserta. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati pelayanan kesehatan di rumah sakit pendidikan, baik di bangsal klinik maupun unit gawat darurat, melakukan kunjungan ke puskesmas, mengikuti field visit atau home visit, serta dapat berkesempatan mengunjungi laboratorium herbal dan balai pengembangan tanaman obat tradisional.
Pada periode April–Mei, Departemen Farmakologi dan Terapi menyambut Theodora Akkari, mahasiswa asal Belgia dari Erasmus University College Brussels, yang mengikuti program elektif selama tiga minggu. Selama menjalani program tersebut, Theodora terlibat dalam berbagai aktivitas penelitian biomedis di bawah bimbingan dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D., sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam lingkungan riset akademik yang aktif dan kolaboratif.
Salah satu pengalaman utama yang diperoleh Theodora adalah mempelajari proses gene knockout menggunakan teknologi CRISPR-Cas9, salah satu metode rekayasa genetika mutakhir yang digunakan untuk memodifikasi atau menonaktifkan gen tertentu guna memahami fungsi gen dalam sel. Selama kegiatan penelitian, Theodora mempelajari tahapan persiapan eksperimen, pengenalan desain gene knockout, hingga pengamatan hasil manipulasi genetik pada kultur sel. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan biologi molekuler dalam pengembangan penelitian kesehatan dan terapi berbasis gen.
Selain itu, Theodora juga mengikuti berbagai kegiatan laboratorium lainnya, termasuk kultur sel sebagai metode penting untuk mempelajari respons sel terhadap berbagai perlakuan dalam kondisi yang terkontrol. Ia juga mempelajari teknik isolasi DNA dari sampel darah, mulai dari proses ekstraksi materi genetik hingga analisis menggunakan metode elektroforesis untuk mengevaluasi kualitas DNA dan pemisahan fragmen genetik. Melalui rangkaian aktivitas tersebut, Theodora memperoleh pengalaman praktis mengenai teknik-teknik dasar yang banyak digunakan dalam penelitian biomedis modern.
Penyelenggaraan Program Elektif ini merupakan bentuk komitmen Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan akademik antara FK-KMK UGM dan Erasmus University College Brussels dalam mendorong inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.