Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi dan kinerja departemen di tengah tantangan global pendidikan tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus perumusan langkah konkret untuk mendukung visi besar universitas. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dan riset sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset di bidang farmakologi dan terapi, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis bukti, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi nasional dan internasional.
Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi, Prof. Mustofa. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membaca arah kebijakan nasional, khususnya dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yang saat ini mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Prof. Mustofa menjelaskan bahwa UGM memperoleh mandat strategis dari kementerian untuk menembus jajaran Top 100 Perguruan Tinggi Dunia. Target tersebut bukan sekadar capaian simbolik, melainkan bagian dari transformasi mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara menyeluruh. Dalam konteks ini, FK-KMK menjadi salah satu fakultas dengan kontribusi signifikan, terutama dalam aspek publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Departemen Farmakologi dan Terapi disebut sebagai salah satu departemen yang paling diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian target tersebut. Bidang farmakologi dan terapi memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu kedokteran berbasis bukti, inovasi obat, serta kajian terapi yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat nasional maupun global.
Berbagai agenda dibahas dalam rapat ini. Para dosen dan tendik melakukan evaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya, mendiskusikan strategi peningkatan publikasi internasional, penguatan kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas negara, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, pembahasan juga mencakup optimalisasi peran departemen dalam mendukung pendidikan berbasis riset dan peningkatan reputasi akademik.