Dalam rangkaian peringatan Lustrum ke XVI Universitas Gadjah Mada, Dies Natalis FK-KMK UGM ke-80 FK-KMK UGM, HUT ke-44 RSUP Dr. Sardjito, HUT ke-98 RSUD Soeradji Tirtonegoro, serta HUT ke-14 RS UGM, Departemen Farmakologi dan Terapi melaksanakan kegiatan ziarah dan nyadran sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pendahulu yang telah berjasa besar dalam pengembangan ilmu, pendidikan, serta pelayanan kesehatan. Tradisi ini merupakan agenda rutin yang terus dijaga sebagai wujud pelestarian nilai-nilai luhur institusi. Kegiatan tersebut selaras dengan SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), khususnya dalam memperkuat budaya akademik dan membangun kolaborasi lintas unit.

Ziarah dimulai di Taman Makam Pahlawan (TMP), tempat peristirahatan sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi penting bagi bangsa dan dunia pendidikan. Para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) hadir dengan penuh hormat, melakukan doa bersama serta tabur bunga sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi para pendahulu. Suasana hening dan khidmat menyelimuti prosesi, mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya meneladani semangat pengabdian para senior.
Perjalanan ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam Sawitsari, lokasi yang menjadi tempat peristirahatan beberapa tokoh berpengaruh dalam perjalanan Departemen Farmakologi dan Terapi. Di tempat ini, rombongan berziarah ke makam Dra. Mamik Suparmi, Apt, dr. Boedhiarto, Prof. dr. Iwan Dwi Prahasto, M.Med.Sc., Ph.D, dan Dr. Dra. Maulina Diah Soekarlan, M.Kes., Apt. Keempat almarhum merupakan figur penting yang kontribusinya telah memberikan warna besar bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di lingkungan fakultas.

Kegiatan nyadran yang dilakukan bukan hanya ritual rutin, tetapi juga refleksi mendalam mengenai sejarah panjang Departemen Farmakologi dan Terapi. Para peserta diajak mengenang peran para guru besar dan senior sebagai penjaga tradisi akademik yang kuat, serta sebagai penggerak kemajuan ilmu pengetahuan. Melalui prosesi sederhana namun sarat makna ini, generasi penerus diajak untuk memahami bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dibangun di ruang kuliah, tetapi juga melalui penghargaan terhadap nilai dan warisan intelektual.
Kegiatan ziarah dan nyadran memiliki keterkaitan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam aspek pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas komunitas akademik. Tradisi ziarah yang terus dijaga secara turun-temurun mencerminkan komitmen institusi dalam merawat nilai budaya lokal sebagai bagian dari keberlanjutan sosial. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) karena memperkuat tata nilai, etika, serta integritas kelembagaan melalui penghormatan terhadap sejarah dan figur-figur yang telah membangun fondasi akademik dan pelayanan kesehatan. Ziarah ini juga memperkuat sinergi antarkomponen di lingkungan fakultas dan rumah sakit jejaring, sejalan dengan SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan dalam menciptakan keberlanjutan. Kehadiran bersama dosen dan tendik menunjukkan soliditas dan kebersamaan dalam menjaga kesinambungan tradisi serta memperkuat komitmen untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Melalui kegiatan yang penuh nilai moral dan spiritual ini, Departemen Farmakologi dan Terapi menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas pendidikan, memperkuat jejaring kolaborasi, serta meneruskan semangat pengabdian para guru besar yang telah tiada. Ziarah ini bukan sekadar penghormatan, tetapi juga pengingat bahwa nilai-nilai luhur tersebut akan selalu menjadi fondasi perjalanan institusi ke depan.