Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan lepas sambut dosen pada 7 Januari 2026 di Bale Ayu Jombor, Yogyakarta. Acara ini menjadi momentum penting untuk melepas dosen yang akan melanjutkan studi doktoral (S3) sekaligus menyambut kembali dosen yang telah menyelesaikan pendidikan doktornya dan mengikuti wisuda.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Ketua Departemen menyampaikan apresiasi atas semangat para dosen dalam meningkatkan kualifikasi akademik sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia. Studi lanjut ke jenjang doktoral dinilai sebagai langkah strategis untuk memperdalam keilmuan, memperluas jejaring riset internasional, serta meningkatkan kontribusi akademik di bidang farmakologi dan terapi.
Dalam kesempatan tersebut, departemen secara resmi mengucapkan selamat belajar kepada dosen yang akan menempuh studi S3. Harapan besar disampaikan agar proses pendidikan berjalan lancar dan menghasilkan luaran ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Dukungan moral dan institusional ditegaskan sebagai bentuk komitmen departemen dalam mendorong budaya akademik yang unggul.
Di sisi lain, penyambutan dosen yang telah menyelesaikan studi doktoral menjadi wujud penghargaan atas capaian akademik yang membanggakan. Keberhasilan meraih gelar doktor tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga memperkuat reputasi departemen dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama studi diharapkan dapat ditransformasikan ke dalam kegiatan pembelajaran, riset kolaboratif, serta inovasi akademik di lingkungan FK-KMK UGM.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Peningkatan kualifikasi dosen melalui studi lanjut merupakan bentuk nyata komitmen terhadap penyediaan pendidikan tinggi yang bermutu dan berkelanjutan. Sementara itu, jejaring akademik yang terbangun selama proses studi doktoral, baik di tingkat nasional maupun internasional, memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran ilmu pengetahuan. Melalui regenerasi ilmuwan yang terencana dan kolaboratif, Departemen Farmakologi dan Terapi terus meneguhkan perannya dalam menciptakan ekosistem akademik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.