Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Model Hewan Coba untuk Penelitian Immunomodulator, Diabetes Mellitus, dan Hipertensi pada Kamis–Jumat, 27–28 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Departemen Farmakologi dan Terapi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas penelitian praklinik di bidang farmakologi dan ilmu biomedis.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan wawasan yang komprehensif kepada para peneliti mengenai pengembangan dan pemanfaatan model hewan coba yang akurat dan relevan. Dalam konteks penelitian modern, pemilihan model hewan yang tepat menjadi fondasi penting untuk menghasilkan data yang valid dan dapat diterjemahkan ke dalam pengembangan terapi baru, khususnya pada bidang kanker, imunologi, penyakit metabolik, dan kardiovaskular.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai prinsip dasar dan etika penggunaan hewan coba dalam penelitian praklinik. Aspek etika menjadi perhatian utama, mengingat penggunaan hewan dalam penelitian harus senantiasa mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan, replacement, reduction, and refinement (3R), serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, pelatihan ini juga membahas secara mendalam pembuatan dan karakterisasi model hewan coba untuk penelitian kanker dan imunomodulator, termasuk model diabetes mellitus dan hipertensi yang banyak digunakan dalam penelitian translasi.
Melalui sesi kuliah dan praktikum, peserta diarahkan untuk memahami kelebihan dan keterbatasan berbagai jenis model hewan. Hal ini bertujuan membantu peneliti dalam memilih model yang paling sesuai dengan tujuan penelitian masing-masing, sehingga dapat meningkatkan validitas hasil dan efisiensi proses penelitian. Dengan meningkatnya pemahaman metodologis ini, diharapkan kualitas penelitian yang menggunakan hewan coba dapat terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan terapi baru.
Kegiatan pelatihan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 4, dan 17. SDG 3 (Good Health and Well-Being) tercermin melalui upaya peningkatan kualitas penelitian yang mendukung pengembangan terapi inovatif untuk penyakit tidak menular dan kanker. SDG 4 (Quality Education) diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas peneliti dalam bidang penelitian praklinik. Sementara itu, SDG 17 (Partnerships for the Goals) tercapai melalui penguatan kolaborasi akademik dan jejaring antarpeneliti yang terlibat dalam kegiatan ini.