Dosen Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan capaian akademik melalui publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Vaccine. Artikel berjudul “Active Surveillance Methods to Identify Adverse Events of Special Interest (AESIs) Following Vaccination Against Pandemic Diseases: A Scoping Review” ditulis oleh tim dosen yang terdiri dari dr. Lukman Ade Chandra, dr. Dhite Bayu Nugroho, dan Prof. Jarir At Thobari.
Publikasi ini merupakan bagian dari studi S3 dr. Lukman dan hasil kolaborasi internasional dengan mitra dari rumah sakit dan institusi akademik di Melbourne, Australia. Artikel ini merupakan sebuah scoping review yang bertujuan memetakan berbagai metodologi surveilans aktif yang digunakan untuk mengidentifikasi kejadian ikutan pasca-imunisasi yang serius atau Adverse Events of Special Interest (AESI). Fokus kajian terutama pada vaksin yang digunakan dalam penanggulangan penyakit pandemi, seperti vaksin Influenza dan COVID-19.
Melalui penelusuran literatur yang komprehensif, tim peneliti menganalisis sebanyak 427 studi yang relevan dengan topik surveilans keamanan vaksin. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian terkait keamanan vaksin mengalami peningkatan yang sangat signifikan setelah tahun 2020, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemantauan keamanan vaksin selama pandemi COVID-19. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sistem surveilans keamanan vaksin yang lebih merata secara global. Penelitian ini juga menyoroti perlunya standardisasi metodologi dalam pelaksanaan surveilans aktif agar hasil pemantauan kejadian ikutan pasca-imunisasi dapat dibandingkan secara lebih konsisten antarnegara dan sistem kesehatan.
Publikasi ini merupakan upaya akademisi FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Penguatan riset keamanan vaksin berkontribusi pada SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pengembangan metodologi surveilans yang lebih sistematis mendukung inovasi ilmu pengetahuan dan sistem kesehatan yang sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, kolaborasi penelitian dengan institusi internasional menunjukkan penguatan kemitraan global yang selaras dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.