Universitas Gadjah Mada Departemen Farmakologi dan Terapi
Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sekilas Pandang
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Staf
  • Divisi
    • Farmakogenomik
    • Farmakologi dan Toksikologi Eksperimental
    • Etnofarmakologi
    • Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat
    • Farmakoepidemiologi, Farmakovigilan, dan Farmakoekonomi
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
    • Program Pasca Sarjana
      • Praktikum In Vitro
  • Penelitian
    • Alur Perijinan Penelitian
    • Alur Perijinan Pengujian
    • Publikasi dan Penghargaan
    • Video Penelitian
    • Prosiding
      • Seminar “Peran Herbal untuk Mencegah Proses Degenerasi”
  • Fasilitas
    • Daftar Harga Layanan
    • Alur Penggunaan Fasilitas Laboratorium
    • Uji Toksisitas Akut Oral
    • Uji Toksisitas Subkronik Oral
    • Alat High Performance Liquid Chromatography
    • Laboratorium Kultur Sel
    • Laboratorium Pendidikan Terpadu
  • Pelatihan
    • Symposium and Workshop Registration Form “Drug Toxicology From Molecular to Clinical”
    • Prosiding Seminar “Peran Herbal untuk Mencegah Proses Degenerasi”
    • Berita
  • Kegiatan
    • Pengabdian Masyarakat
    • Seminar dan Kursus
  • Pusat Kedokteran Presisi
  • Beranda
  • conference
Arsip:

conference

Menguak Masa Depan Kesehatan Indonesia: UGM Gelar Konferensi Pengembangan Teknologi Kesehatan dan Farmakoekonomi

BeritaconferenceEducation Friday, 17 October 2025

Yogyakarta, 16 Oktober 2025 – Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Plenary Lecture dan Konferensi bertema pengembangan teknologi kesehatan. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta baik dari kalangan akademisi, peneliti, praktisi, hingga pembuat kebijakan di bidang kesehatan, dan pemateri dari dalam dan luar negeri.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekanat FK-KMK UGM setelah sambutan dari Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi. Kegiatan ini diawali dengan dua sesi Plenary Lecture yang menghadirkan narasumber luar negeri Prof. Dr. Asrul Akmal Shafie dari Universiti Sains Malaysia membawakan materi mengenai The Role of Pharmacoeconomic on HTA and Health Product Development. Dalam materi tersebut ia menyoroti pentingnya evaluasi ekonomi dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan produk kesehatan. read more

Workshop “Pharmacogenomics Role in Precision Medicine” Dorong Peningkatan Kompetensi Akademisi dan Praktisi di Bidang Farmakogenomik

BeritaconferencePelatihan Tuesday, 14 October 2025

Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan kegiatan ilmiah yang bertujuan memperluas wawasan dan keterampilan praktis di bidang terapi berbasis genetika melalui Workshop Pharmacogenomics Role in Precision Medicine pada Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari lingkungan akademik dan praktisi kesehatan yang antusias mempelajari aplikasi farmakogenomik dalam praktik kedokteran modern.

Workshop ini dirancang untuk menggabungkan teori dan praktik laboratorium sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai tahapan analisis genetik yang berperan penting dalam pengembangan pengobatan presisi. Kegiatan dipandu oleh para dosen dari Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM yang memiliki keahlian di bidang farmakogenomik. Para peserta melakukan serangkaian praktikum yang mencakup DNA isolation, single nucleotide polymorphism (SNP) genotyping menggunakan teknik real-time polymerase chain reaction (RT-PCR), serta pembacaan hasil sekuensing untuk mengidentifikasi variasi genetik yang dapat memengaruhi respon obat. read more

Webinar “Pharmacogenomics Role in Precision Medicine” Meriahkan 7th JAPEMETHE dan Rakornas IKAFARI 2025

BeritaconferencePelatihan Tuesday, 14 October 2025

Upaya memperkuat implementasi precision medicine di Indonesia kembali mendapatkan momentum melalui kegiatan Webinar “Pharmacogenomics Role in Precision Medicine” yang diselenggarakan dalam rangka 7th Jogjakarta Annual Meeting of Pharmacology and Therapy (JAPEMETHE) serta Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Farmakologi Indonesia (Rakornas IKAFARI) 2025. Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia yang menunjukkan tingginya perhatian terhadap implementasi farmakogenomik dalam praktik klinik. read more

Summer Course 2025: Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Manajemen Kanker Terintegrasi

BeritaconferenceEducation Thursday, 24 July 2025

Departemen Farmakologi dan Terapi turut ambil bagian dalam Summer Course 2025 on Interprofessional Healthcare – Integrative Cancer Management: A Roadmap to Better Outcome. Program ini merupakan kolaborasi lintas fakultas di Universitas Gadjah Mada (UGM), melibatkan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Farmasi, serta Fakultas Psikologi. Tujuannya adalah menghadirkan pembelajaran interprofesional yang menyatukan berbagai perspektif untuk meningkatkan hasil penatalaksanaan kanker.

Pada sesi 22 Juli 2025, Departemen Farmakologi dan Terapi menghadirkan pembelajaran berbasis laboratorium mengenai in vitro cancer pharmacology. Peserta diajak memahami mekanisme kerja cisplatin, salah satu agen kemoterapi penting, melalui eksperimen pada kultur sel kanker HeLa. Aktivitas ini menunjukkan bagaimana cisplatin mampu menginduksi apoptosis sel kanker, sekaligus menjadi sarana nyata bagi peserta untuk mengaplikasikan ilmu dasar biologi sel dan farmakologi kanker dalam konteks klinis. Pendekatan interaktif ini memperkuat keterampilan analisis ilmiah sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kolaborasi antarprofesi dalam manajemen kanker yang komprehensif.

Pelaksanaan Summer Course ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Good Health and Well-Being melalui upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di bidang onkologi, SDG 4 tentang Quality Education dengan penyediaan pendidikan tinggi yang kolaboratif dan inovatif, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals melalui kerja sama lintas disiplin dan institusi.

Dosen Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM Berkontribusi dalam Kursus Biologi Molekuler dan Imunologi

Beritaconference Tuesday, 22 July 2025

Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM turut berperan aktif dalam kegiatan Kursus Biologi Molekuler dan Imunologi yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Kedokteran Tropis pada 14–18 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi peserta dalam riset biomedik dan memperdalam pemahaman mengenai aspek molekuler dalam kedokteran tropis.

Pada sesi Biologi Molekuler, narasumber dari Departemen Farmakologi dan Terapi yakni Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes., drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D., dan dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D., memaparkan teknik isolasi DNA, PCR, serta aplikasinya dalam riset dan terapi penyakit. Sementara itu, pada sesi Imunologi, Dr. drh. Pamungkas Bagus Satriyo, Ph.D., menyampaikan materi terkait sistem imun dan penerapannya dalam bidang diagnostik maupun terapi.

Kursus ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penelitian medis, SDG 4 (Quality Education) dengan penyediaan pelatihan berkualitas bagi akademisi dan praktisi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas disiplin di lingkungan akademik.

Dengan dukungan para ahli, kursus ini mempertegas komitmen FK-KMK UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang berdaya saing global.

 

7th Jogjakarta Annual Meeting of Pharmacology en Therapy (7th JAPEMETHE)

Beritaconference Thursday, 10 July 2025

TERM OF REFERENCE

7th Jogjakarta Annual Meeting of Pharmacology en Therapy (7th JAPEMETHE)

PENGEMBANGAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN: TANTANGAN MASA DEPAN INDONESIA

Kamis, 16 Oktober 2025

 

 

Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong transformasi besar dalam dunia kesehatan, khususnya dalam pengembangan obat dan alat kesehatan. Inovasi farmasi, vaksin, produk biologi, serta alat medis telah memainkan peran krusial dalam peningkatan kualitas hidup dan layanan kesehatan. Namun, di tengah dinamika global dan tantangan lokal, pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan—baik dari aspek regulasi, pembiayaan, hingga etika dan tata kelola.

Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, harus mampu mandiri dalam penyediaan produk-produk kesehatan strategis. Pandemi COVID-19 menjadi cerminan betapa pentingnya kemandirian bangsa dalam produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan. Kemandirian tersebut tidak hanya memerlukan inovasi anak bangsa, namun juga memerlukan wadah yang dapat mengakomodasi inovasi yang ada baik dari aspek regulasi maupun tata kelolanya. Oleh karena itu, selain diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem inovasi dan produksi teknologi kesehatan nasional yang berdaya saing tinggi, juga diperlukan regulasi dan tata kelola yang memadai.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah pertukaran ilmu, pengalaman, dan gagasan dari berbagai pemangku kepentingan—peneliti, Kementerian Kesehatan, pelaku bisnis dan industri, regulator, serta akademisi—dalam menjawab tantangan dan membangun masa depan pengembangan obat dan alat kesehatan Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan nasional. Tidak hanya sebagai wadah pertukaran ilmu, kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman bahwa untuk benar-benar dapat mencapai kemandirian akan teknologi kesehatan diperlukan badan koordinasi yang kuat dan dapat merangkul semua pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pengalaman dari pemegang kebijakan, peneliti, dan pengembang terkait teknologi kesehatan, khususnya obat dan alat kesehatan, tentu bermanfaat bagi peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Merespon kondisi tersebut, Dept. Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM akan menyelenggarakan 7th Jogjakarta Annual Meeting of Pharmacology en Therapy (7th JAPEMETHE) tahun 2025 berupa Plenary Lecture dan Simposium berjudul “Pengembangan Obat dan Alat Kesehatan: Tantangan Masa Depan Indonesia”.

 

TUJUAN

TUJUAN KEGIATAN

Meningkatkan wawasan ilmiah peserta Plenary Lecture dan Simposium, terkait:

  1. Kebijakan pengembangan dan evaluasi teknologi kesehatan, meliputi obat, alat medis, dan alat kesehatan di Indonesia
  2. Kajian farmakoekonomi dalam pengembangan teknologi kesehatan
  3. Tantangan pengembangan teknologi kesehatan, meliputi obat, alat medis, dan alat kesehatan di Indonesia
  4. Pengalaman pengembangan teknologi kesehatan, meliputi obat, alat medis, dan alat kesehatan di Indonesia
  5. Cara mengelola perbedaan kepentingan dalam pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia

 

Waktu dan Tempat Kegiatan:

Plenary Lecture dan Simposium (Blended: Offline dan Online)

  • Hari : Kamis
  • Tanggal : 16 Oktober 2025
  • Lokasi    : Ruang Auditorium Gedung Tahir Foundation Lantai 1 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan  Universitas Gadjah Mada

 

Peserta

  • Praktisi: Dokter umum, dokter spesialis, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya
  • Dosen, peneliti, mahasiswa bidang kesehatan, produsen dan regulator teknologi kesehatan, khususnya obat kimia, herbal, produk biologi, dan alat kesehatan,
  • Peneliti di bidang pengembangan obat dan alat kesehatan
  • read more

    Prof. Eti dalam Kongres PDKI, Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Transformasi Layanan Kesehatan Primer

    Beritaconference Thursday, 3 July 2025

    Prof. Dr. dr. Eti Nurwening, Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed., SpKKLP dari Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut hadir dalam Kongres ke-XII Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) tahun 2025. Kehadiran Prof. Eti mencerminkan komitmen akademisi dalam mendukung transformasi kesehatan nasional. Kongres yang berlangsung pada 26–28 Juni 2025 di Jakarta ini mengangkat tema “Transformasi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia, dari Visi ke Aksi Nyata dalam Transformasi Kesehatan Nasional”, sebagai respons terhadap tantangan sistem kesehatan pasca pandemi dan sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan.

    Partisipasi Prof. Eti tidak hanya memperkuat integrasi ilmu farmakologi dalam pengembangan layanan primer berbasis siklus hidup, tetapi juga mendorong implementasi kebijakan berbasis bukti untuk penguatan promotif dan preventif di tingkat layanan dasar. Keterlibatannya memberi nilai strategis dalam diskusi lintas disiplin, terutama dalam penguatan kapasitas dokter keluarga melalui pendidikan berkelanjutan dan pengembangan standar praktik rasional.

    Partisipasi ini selaras dengan SDGs 3 (Good Health and Well-being) dalam memperkuat sistem kesehatan primer yang komprehensif dan berkeadilan. Melalui kegiatan ilmiah dan pendidikan dalam forum seperti ini, Prof. Eti juga turut mendukung SDGs 4 (Quality Education) dengan memperluas akses dan mutu pelatihan profesional tenaga medis. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan institusi yang terbangun selama kongres mencerminkan prinsip SDGs 17 (Partnerships for the Goals) dalam membangun sinergi antara akademisi, praktisi, dan regulator.

    The Sixth JAPEMETHE Pengembangan Afrodisiaka Bahan Alam di Indonesia

    Beritaconference Tuesday, 30 July 2024

    Kesehatan dan fungsi seksual merupakan komponen penting dalam hidup manusia. Gangguan terhadapnya seperti Disfungsi ereksi (DE) dapat mempengaruhi kualitas hidup laki-laki. Diperkirakan di tahun 2025 ada sekitar 322 juta laki-laki  di dunia mengalami disfungsi ereksi, kondisi kenaikan dua kali lipat dibandingkan di tahun 1995 yang hanya sekitar 152 juta (Ayta, dkk., 1999).  Prevalensi DE secara global berkisar 3-76,5% (Anna dkk., 2019) sedangkan di USA dijumpai 31% laki-laki mengalami DE dalam hidupnya. Selain dirinya sendiri, DE juga berdampak pada kualitas hidup pasangannya, dan ekonomi karena pengeluaran dana untuk mengatasi masalah tersebut.

    Faktor usia atau penuaan merupakan pemicu utama terjadinya DE. Faktor-faktor lainnya yang tidak terkait secara langsung antara lain penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), diabetes, pembesaran prostat, dan depresi. Adanya DE juga berperan terhadap terjadinya penyakit jantung iskemik, hipertensi, dislipidemi, diabetes, dementia bahkan kematian.

    Untuk mengatasi DE, afrodisiak (obat peningkat seksual) menjadi pilihan baik konvensional maupun alami. Sildenafil dan tadalafil merupakan obat sintetik yang telah diijinkan untuk penanganan disfungsi ereksi. Beberapa bahan dari alam terutama herbal telah secara turun temurun digunakan oleh masyarakat dan beberapa sudah diproduksi dan didaftarkan ke BPOM menjadi jamu dan firofarmaka. Obat bahan alam terdaftar BPOM terdiri atas 3 kategori yaitu jamu, herbal terstandar, dan fitofarmaka. Kategori jamu bila obat bahan alam tersebut berkhasiat dan aman secara turun-tumurun namun belum terbukti secara ilmiah; obat herbal terstandar (OHT) adalah obat bahan alam yang telah terstandarisasi bahan bakunya dan terbukti khasiat serta keamanannya pada uji preklinik, sedangkan fitofarmaka merupakan OHT yang sudah terbukti berkhasiat dan aman pada manusia melalui serangkaian uji klinik,

    Agar dapat terhilirisasi dan diedarkan ke masyarakat maka harus ada bukti khasiat dan keamanan dari obat herbal. Penelitian mulai dari standardisasi, uji pre klinik dan klinik, manfaat dan keamanan harus terpenuhi. Prosedur uji terkait, penting dan perlu diketahui oleh peneliti maupun praktisi herbal Indonesia untuk mewujudkan hilirisasi produk. Pengalaman dari pemegang kebijakan dan peneliti terkait hilirisasi produk tentu bermanfaat bagi peserta yang mengikuti seminar ini.

    Merespon kondisi tersebut, Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM akan menyelenggarakan Jogjakarta Annual Meeting of Pharmacology en Therapy (Japemethe) ke-6 tahun 2024 berupa seminar sehari berjudul “Pengembangan Afrodisiak Bahan Alam di Indonesia” dan pelatihan “Penelitian In Vivo Pengembangan Afrodisiak dari Bahan Alam”.

    UNDUH BROSUR/FLYER

    PELATIHAN RABU-KAMIS, 9-10 OKTOBER 2024

    Rabu, 9 Oktober 2024

    Waktu Acara PIC / Narasumber
    07.30-08.00 Pendaftaran ulang Kesekretariatan
    08.00-09.00 Sambutan Ketua Departemen

    Ice breaking

    Pretest

    Coffee break

    Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi

    Kesekretariatan

    09.00-09.45 Etika Penelitian Menggunakan Hewan Coba Prof. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed., Ph.D
    09.45-10.30 Teknik Penanganan hewan coba Dr. drh. Pamungkas Bagus Satriyo, Ph.D
    10.30-11.15 Model hewan uji aprodisiak Dr. dr. Setyo Purwono, M.Kes., Sp.PD
    11.15-12.00 Penyiapan Sampel Uji Dari herbal Prof. Dr. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, M.Si., Apt
    12.00-13.00 ISHOMA Panitia
    13.00-16.00 Praktikum Uji Aprodisiak (penanganan hewan, persiapan alat dan bahan, penilaian efek aprodisiak, penyiapan dan pemberian bahan uji) Dr. dr. Setyo Purwono, M.Kes., Sp.PD

    Kamis, 10 Oktober 2024

    Waktu Acara PIC / Narasumber
    08.00-11.00 Praktikum Uji Aprodisiak (pengambilan sampel darah, sperma, pemeriksaan sampel untuk uji fungsi dan molekular) Dr. dr. Setyo Purwono, M.Kes., Sp.PD

    drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D

    11.00-13.00 ISHOMA Panitia
    13.00-15.00 Praktikum sacrifice, penghitungan dosis dan pemeriksaan molekular terkait. dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., ph.D
    15.00-16.00 Post test, penutupan Kesekretariatan

    SEMINAR JUM’AT, 11 OKTOBER 2024 

    Waktu Acara PIC / Narasumber
    07.30-08.00 Pendaftaran ulang Kesekretariatan
    08.00-08.10 Sambutan Ketua Panitia Dr. dr. Rul Afiyah Syarief, M.Kes.
    08.10-08.20 Sambutan dan Pembukaan Dekan FK-KMK UGM Dekan FK-KMK UGM

    Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH

    Sesi 1 Moderator:

    Dr. Sci. apt. Beni Lestari, M.Bio.Sci.

    08.20-08.50 Kebijakan dan peraturan pemerintah tentang peredaran afrodisiak bahan alam (BPOM)

     

    Badan Pengawas Obat dan Makanan RI

    Apt. Dian Putri Anggraweni, S.Si., M.Farm.

    08.50–09.20 Potensi bahan alam Indonesia untuk produk afrodisiak dan penggunaannya di pelayanan kesehatan UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional RSUP Dr. Sardjito

    dr.Danang Ardiyanto, MKM

     

    09.20-09.50

    Diskusi Panel Sesi 1

    09.50-10.00 Coffee break
    Sesi 2 Moderator:

    dr. Dwi Aris Agung N., M.Sc., Ph.D.

    10.00-10.30 Penatalaksanaan problematika disfungsi ereksi di pelayanan kesehatan Prof. Dr. dr. Dicky Moch. Rizal,M.Kes., Sp. And(K)., AIFM.

    Dept. Fisiologi FK-KMK UGM

     

    10.30-11.00 Penelitian pre klinik dan klinik Afrodisiak Bahan Alam dalam penanganan disfungsi ereksi   Dr. dr. Setyo Purwono, M.Kes., Sp.PD.

    Dept. Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM

    11.00-11.30 Diskusi Panel Sesi 2
    11.30-13.00 ISHOMA
    13.00-15.00 Presentasi oral Luring

    Dosen FK-KMK mempresentasikan studinya di Priorities Conference 2024

    Beritaconference Friday, 10 May 2024

    Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt. dan dr. Sudi Indra Jaya, M.Biomed., dosen Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), mempresentasikan studinya dalam Poster Presentation di Priorities Conference 2024 yang diselenggarakan oleh Health Intervention and Technology Assessment Program, Thailand.

    Priorities Conference 2024 merupakan sebuah forum internasional bagi para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, profesional kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam penetapan prioritas layanan kesehatan untuk: terlibat dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman, menumbuhkan kolaborasi dan kemitraan baru, meningkatkan pengembangan kapasitas profesional, dan mengembangkan strategi inovatif. Forum ini hadir untuk memperkuat teori dan praktik penetapan prioritas dalam pelayanan kesehatan. Konferensi ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan dimulai pada tahun 1996, ketika The International Society for Priorities in Health (ISPH) menyelenggarakan konferensi pertama di Stockholm, Swedia. Konferensi ini telah diselenggarakan di berbagai lokasi di seluruh dunia, terakhir pada tahun 2022 di Bergen, Norwegia.

    Keterlibatan dalam forumm ini merupakan upaya untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG’s) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 4 tentang Menjamin Kualitas Pendidikan yang Inklusif dan Merata serta Meningkatkan Kesempatan Belajar Sepanjang Hayat.

    Dosen FKKMK UGM Arko Jatmiko Wicaksono Raih Best Paper Presenter Di Forum Ikatan Farmakologi Indonesia

    Beritaconference Monday, 4 September 2023

    Dosen FKKMK UGM, Dr.rer.nat. Apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc., terpilih sebagai salah satu pemakalah terbaik (Best Paper Presenter) dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFI) di Bali tahun 2023. Acara ini merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ahli Farmakologi, praktisi, peneliti, akademisi, industri maupun pemerhati yang berkecimpung dalam bidang Farmakologi.

    Pertemuan Ilmiah Tahunan IKAFI berlangsung pada 25-26 Agustus 2023. Pada acara tersebut Arko menyampaikan soal kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) beserta databank masih memiliki potensi sangat besar untuk dimanfaatkan dalam pengembangan herbal/fitomedisin di Indonesia. Terlebih potensinya untuk memperkuat posisi produk-produk fitofarmaka Indonesia dan ketahanan farmasi nasional.

    Beberapa platform AI yang menunjang pengembangan herbal sudah tersedia, gratis, dan dapat diakses secara global serta mampu memberikan prediksi mekanisme obat dan target aksi secara cepat. Sayangnya, tidak semua peneliti fitomedisin di Indonesia menyadari hal tersebut. Ini dibuktikan dari sangat rendahnya jumlah publikasi, antara tahun 2013-2023, yang memanfaatkan penggunaan databank maupun Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian herbalnya.

    Dalam makalah tersebut, Arko sebagai peneliti Pusat Kedokteran Herbal mengungkapkan meski trending topik mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence tergolong baru, namun sebetulnya projek pengembangan databank berbasis AI sendiri sudah gencar dimulai sejak satu dasawarsa terakhir. Sebagai contoh, ide mengenai perlunya dilakukan pemetaan interaksi antara senyawa aktif dengan senyawa lain dalam suatu sediaan herbal medicine, serta interaksinya dengan reseptor dalam tubuh yang sudah ia paparkan sejak tahun 2012 di Eropa.

    “Artinya, pembuatan databank berbasis AI semacam ini sudah ada, dan perkembangannya semakin pesat dari waktu ke waktu,” ujar Arko Jatmiko Wicaksono, di Kampus UGM, Senin (4/9).

    Arko menyebut pada saat itu ide yang sama belum mendapatkan dukungan di Indonesia. Adapun saat ini di Eropa sendiri sudah ada lebih dari 10 institusi yang secara aktif mengembangkan databank dalam bidang medis, termasuk diantaranya yang berkaitan dengan pengembangan herbal medicine.

    Sebagai staf pengajar di Departemen Farmakologi dan Terapi FKKMK UGM, ia menyampaikan soal tantangan era-AI bagi peneliti Indonesia. Menurutnya, peningkatan skills komputasi, penyediaan source data, dan integrasi keilmuan medis dengan teknologi informasi harus segera dipercepat. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka sebagai pengurus MABBI pusat (Masyarakat Bioinformatik dan Biodiversitas Indonesia), ia pun mengusulkan perlunya dibentuk suatu konsorsium nasional, pengembangan databank berbasis AI dalam bidang fitomedisin di Indonesia.

    “Metode pengembangan databank yang dikembangkan di Eropa, juga perlu mulai segera dirintis di Indonesia. Fokusnya pada pemetaan interaksi antar senyawa dan hubungannya terhadap efek farmakologis maupun prediksi toksisitas yang mungkin timbul. Supaya tidak setiap ada perubahan formulasi sediaan, perlu dilakukan pengujian trial and error menggunakan hewan uji,” terangnya.

    Dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan tersebut, selain Arko, tiga orang delegasi UGM yang lain yakni Hari Purnomo, Andini Juwan Prabandari, dan Yacobus Christian Prasetyo juga memperoleh best paper presenter untuk bidang kajian berbeda.

    Panulis : Agung Nugroho

    Dikutip dari: Dosen FKKMK UGM Arko Jatmiko Wicaksono Raih Best Paper Presenter Di Forum Ikatan Farmakologi Indonesia – Universitas Gadjah Mada

    12

    Recent Posts

    • Dosen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM Raih Gelar Doktor dari University of Leeds
    • Penguatan Kapasitas Peneliti melalui Pelatihan Model Hewan Coba di FK-KMK UGM
    • Partisipasi FK-KMK UGM pada Asian Conference on Pharmacoepidemiology 2025
    • Pengabdian Masyarakat UGM Dorong Pencegahan Leptospirosis dan Ketahanan Gizi melalui Program REWANG di Sompok, Imogiri, Bantul
    • Pelatihan Pembuatan Model Hewan Coba untuk Penelitian Immunomodulator, Diabetes Mellitus dan Hipertensi
    Universitas Gadjah Mada

    Departemen Farmakologi dan Terapi

    FAKULTAS KEDOKTERAN KESEHATAN MASYARAKAT DAN KEPERAWATAN

    Gedung Radioputro, Lt 2, Sayap Timur

    Jalan Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281

    Telp (0274) 511103 Fax (0274) 511103

    Email: farmakologi.fk@ugm.ac.id

    © Farmakologi FKKMK Universitas Gadjah Mada

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY