Tim dari Departemen Farmakologi dan Terapi turut berpartisipasi pada kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis FK-KMK ke-79, RSA UGM ke-13, RSUP Dr Sardjito ke-43 dan RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro ke-97. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “The Greatest Wealth is Health”. Acara ini diselenggarakan di Dusun Sompok, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, Kepala Puskesmas Imogiri II, Lurah Sriharjo, dan Panewu Imogiri. Kegiatan ini diisi dengan pemeriksaan gratis dan edukasi kesehatan.
abdimas
Anemia merupakan masalah yang sering ditemui pada populasi remaja, terutama remaja putri dan sering dikaitkan dengan morbiditas kesehatan ibu dan anak di masa mendatang. Program nasional untuk pengentasan anemia telah berjalan selama bertahun-tahun melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi populasi remaja putri. Namun program tersebut hanya menyasar populasi remaja putri di tingkat sekolah menengah, dan belum menjangkau populasi mahasiswa.
Dengan dukungan pendanaan program Abdimas FK-KMK UGM tahun 2024, Departemen Farmakologi dan Terapi menyelenggarakan Akademia (Aksi Kampus Peduli Anemia) yaitu program yang bertujuan untuk menyediakan layanan manajemen anemia secara holistik bagi populasi remaja putri di lingkungan kampus. Kegiatan ini terdiri atas layanan kesehatan terintegrasi, meliputi deteksi dini, tatalaksana, monitoring, media promotif-preventif, dan edukasi gizi berkaitan dengan anemia. Akademia telah berjalan sejak Maret 2024, termasuk skrining aktif kadar hemoglobin (Hb) terhadap 412 peserta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan partisipasi mahasiswa, dosen, dan alumni FK-KMK, UGM.
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Diabetes mellitus dan kanker payudara adalah dua jenis PTM yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup individu.
Diabetes mellitus, khususnya tipe 2, ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat resistensi insulin atau kekurangan produksi insulin. Kondisi ini sering kali berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Gaya hidup sehat, seperti pola makan yang seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pengendalian berat badan, memainkan peran penting dalam pencegahan diabetes mellitus.
Sanksi yang diterima Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akibat terbukti mengkonsumsi doping, menjadi warning serius bagi seluruh Atlet yang akan berlaga pada PON 2024 (awal September 2024). Pasalnya, pada PON 2021 lalu, 3 orang peraih medali Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, dicabut kemenangannya, diminta mengembalikan seluruh hadiah yang diterima beserta bonusnya, dan mendapat skorsing bahkan hingga 4 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Dr.rer.nat. apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc. dalam acara Round Tabel Discussion (RTD). Acara yang diselenggarakan oleh RS Siloam Yogyakarta, pada tanggal 22 Agustus 2024 ini dibuka oleh Direktur Rumah Sakit Siloam, beserta Ketua Umum Nasional Anti-Doping Organization (IADO) Gatot S. Dewa Broto.
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun deteksi dini secara signifikan dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Menyadari pentingnya langkah preventif ini, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyurejo, Tempel, Sleman dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular, dengan fokus pada edukasi dan pelatihan terkait kanker payudara sebagai salah satu kegiatan yang mendukung SDG 3 dan 4.
Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu, baik karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Gangguan aliran darah ini menyebabkan kerusakan sel-sel otak yang dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, tergantung pada bagian otak yang terkena. Faktor risiko utama stroke antara lain hipertensi, diabetes mellitus, merokok, kolesterol tinggi, obesitas, serta faktor genetik.
Waktu kritis setelah terjadinya stroke sangat menentukan dalam upaya untuk meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan peluang pemulihan. Golden period stroke terjadi pada 4,5 jam pertama sejak gejala stroke muncul. Selama periode ini, pengobatan yang tepat dan cepat dapat mengurangi kerusakan otak yang disebabkan oleh gangguan aliran darah.
Namun, jika penanganan terlambat dan lebih dari periode golden period, terapi trombolitik tidak lagi efektif, dan peluang pemulihan otak berkurang secara signifikan. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gejala stroke dan segera mencari pertolongan medis sangatlah penting. Mengenali tanda-tanda stroke seperti wajah menurun pada satu sisi, kelemahan di lengan atau kaki, kesulitan berbicara, atau kebingungan mendadak, dapat membantu mempercepat penanganan medis yang krusial dalam golden period.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 mendapatkan bahwa prevalensi diabetes melitus (DM) Indonesia di tahun 2023 meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu dari 1,5% menjadi 1,7 % untuk semua umur dan 2,0% menjadi 2,2 % untuk usia ≥ 15 tahun. Prevalensi DM di Propinsi DIY sebesar 2,9%, suatu angka yang melebihi tingkat nasional (SKI, 2023). Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan ini yang tentunya sudah diupayakan oleh pemerintah agar jumlahnya tidak cepat melonjak, dan bila sudah diderita maka dicegah tetap terkendali dan tidak menimbulkan komplikasi yang tidak diharapkan. Meskipun demikian partisipasi dari masyarakatlah yang paling utama dalam pengendalian ini.
Angka Harapan Hidup (AHH) semakin meningkat dari tahun ketahun baik di negara berkembang maupun sedang berkembang seperti Indonesia. Rata-rata AHH orang Indonesia di tahun 2018 adalah 73 tahun dan naik menjadi 73,6 tahun di tahun 2022. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan AHH terbanyak, baik untuk laki-laki maupun perempuan dengan rata-rata AHH berturut-turut adalah 73,28 dan 76,93 tahun (BPS, 2023). Hal ini berdampak semakin banyak persentase lanjut usia dan masalah kesehatan yang dijumpai di usia lanjut.
Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang insidensinya semakin meningkat setiap tahunnya dan memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada lansia. Lansia dan pra-lansia di Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman diketahui banyak yang menderita hipertensi. Sebagian besar penderita sudah mengetahui mereka memiliki hipertensi namun kesadaran untuk mengontrol tekanan darah dengan mengubah pola hidup yang lebih sehat dan konsumsi obat antihipertensi secara teratur belum dioptimalkan. Maka dari itu, tim abdimas FK-KMK UGM Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes., dr. Mia Munawaroh Yuniyanti, M.Biomed., dan Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz.,MS. menyelenggarakan kegiatan pembentukan kelompok hipertensi di Dusun Senoboyo, Desa Banyurejo, Tempel, Sleman. Kegiatan disertai dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan agar para penderita hipertensi dapat lebih baik dalam mengontrol tekanan darahnya.