Dalam upaya meningkatkan literasi farmakologi masyarakat dan mahasiswa kesehatan, dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D. dari Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM kembali merilis episode keempat dari serial edukatif “Kelas Kanal: Farmakologi Mudah & Praktis” melalui platform YouTube. Episode ini mengangkat tema “Mengenal Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS)” dan menyajikan informasi yang ringkas, mudah dipahami, serta relevan secara klinis, khususnya bagi tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran.
Education
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional melalui berbagai inisiatif kolaboratif dengan institusi pendidikan tinggi terkemuka dunia. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan dalam bentuk pertemuan awal antara delegasi FK-KMK UGM dengan pihak Leiden University, Belanda, yang berlangsung pada Jumat (30/5).
Dalam pertemuan tersebut, Delegasi FK-KMK UGM diwakili oleh staf Departemen Farmakologi dan Terapi (Dr.rer.nat. apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc., dan Dr. Sci. Beni Lestari, M.Bio.Sci.) dan staf Departemen Biokimia (Dr.rer.nat. Risky Oktriani, S.Si., M.Biotech., M.Sc.), yang keduanya aktif dalam bidang riset dan pengembangan pendidikan Biomedis di lingkungan FK-KMK UGM. Dari pihak Leiden University, hadir dua perwakilan penting: Prof. dr. Jasper Knoester selaku Dekan Faculty of Science, dan Prof. dr. Erik Danen, Dekan Graduate School of Science sekaligus Profesor di bidang Cancer Drug Target Discovery yang memiliki pengalaman luas dalam kolaborasi riset internasional.
Departemen Farmakologi dan Terapi FK‑KMK UGM kembali menghadirkan konten edukatif dalam seri “Farmakologi Mudah & Praktis”, kali ini melalui episode ke-3 yang dipandu oleh dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D. Video berdurasi sekitar 9 menit ini mengulas secara sistematis kelompok obat beta‑bloker, menjelaskan mekanisme kerjanya dalam menekan reseptor β‑adrenergik untuk menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, serta meringankan gejala angina dan kondisi pasca-infark miokard. dr. Dwi juga menyampaikan perbedaan antara beta‑bloker selektif dan nonselektif, indikasi klinis utama, serta potensi efek samping seperti bradikardia, hipotensi, dan kelelahan ringan. Berbagai tips penggunaan rasional diilustrasikan dengan kasus klinis sederhana untuk memperjelas penerapan dalam praktik sehari‑hari tenaga medis dan memperkuat pemahaman mahasiswa kedokteran.
Angka Harapan Hidup (AHH) semakin meningkat dari tahun ketahun baik di negara berkembang maupun sedang berkembang seperti Indonesia. Rata-rata AHH orang Indonesia di tahun 2018 adalah 73 tahun dan naik menjadi 73,6 tahun di tahun 2022. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan AHH terbanyak, baik untuk laki-laki maupun perempuan dengan rata-rata AHH berturut-turut adalah 73,28 dan 76,93 tahun (BPS, 2023). Hal ini berdampak semakin banyak persentase lanjut usia dan masalah kesehatan yang dijumpai di usia lanjut.
Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang insidensinya semakin meningkat setiap tahunnya dan memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada lansia. Lansia dan pra-lansia di Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman diketahui banyak yang menderita hipertensi. Sebagian besar penderita sudah mengetahui mereka memiliki hipertensi namun kesadaran untuk mengontrol tekanan darah dengan mengubah pola hidup yang lebih sehat dan konsumsi obat antihipertensi secara teratur belum dioptimalkan. Maka dari itu, tim abdimas FK-KMK UGM Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes., dr. Mia Munawaroh Yuniyanti, M.Biomed., dan Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz.,MS. menyelenggarakan kegiatan pembentukan kelompok hipertensi di Dusun Senoboyo, Desa Banyurejo, Tempel, Sleman. Kegiatan disertai dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan agar para penderita hipertensi dapat lebih baik dalam mengontrol tekanan darahnya.