Profesor Jarir At Thobari dari Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional CRM Trial Connect 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Forum bergengsi yang mengangkat tema “Asia’s Rise in Clinical Trials” yang diselenggarakan pada 07 – 08 Mei 2026 tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, regulator, industri farmasi, dan pemangku kepentingan kesehatan dari berbagai negara di kawasan Asia dan dunia.
Prof. Jarir tampil sebagai pembicara pada hari kedua konferensi, Jumat (8/5/2026), dalam sesi Rethinking Infectious Disease R&D for Global Health Security yang berlangsung di Nexus 1. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jarir membawakan materi berjudul “Clinical Trial for Vaccines and Infectious Diseases in the Asia-Pacific: Challenges, Opportunities, and the Role of Regional Networks”

Sesi ini dipimpin oleh Dr. Daisuke Tokita dari Japan Institute for Health Security, Jepang, dan menghadirkan sejumlah pakar internasional di bidang penyakit infeksi serta pengembangan vaksin. Diskusi berfokus pada penguatan ekosistem penelitian penyakit infeksi, peningkatan kapasitas uji klinis, serta pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat ketahanan kesehatan global.
Keikutsertaan Prof. Jarir dalam forum internasional ini menunjukkan kontribusi aktif FK-KMK UGM dalam pengembangan penelitian kesehatan global, khususnya di bidang farmakologi, vaksin, dan penyakit infeksi. Partisipasi tersebut juga memperkuat posisi UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus mendorong kolaborasi internasional dan pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat.

CRM Trial Connect 2026 sendiri menghadirkan berbagai sesi strategis yang membahas perkembangan uji klinis di Asia, mulai dari inovasi bioteknologi, pengembangan obat, penyakit infeksi, hingga penguatan kemitraan penelitian klinis antarnegara. Forum ini menjadi ruang penting bagi pertukaran gagasan dan penguatan jejaring kolaborasi di bidang penelitian kesehatan.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset dan inovasi kesehatan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas akademik dan penelitian, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional dalam pengembangan uji klinis dan ketahanan kesehatan global.